Malang - Rafting maut di Sungai Brantas Kota Batu memakan korban. Data yang dihimpun beritajatim.com, Provider Rafting Batu Alam, Batu, membawa tamu sebanyak 18 orang menggunakan 5 perahu karet kemarin, Jumat (28/2/2014) siang.
Rombongan, start dari sabuk dam Klerek Torongrejo sekitar pukul 13.00 wib dan direncanakan finish di Dam Wukir. Namun pukul tiga sore, datang banjir bandang. 3 perahu dapat menepi dan penumpang selamat sedangkan 2 perahu terbalik.
Dalam peristiwa itu, 15 orang selamat dengan 3 perahu berhasil menepi. Sementara 1 orang meninggal dilokasi saat itu juga atas nama M. Nurul Qomar (25), warga Jakarta. Rombongan ini adalah pekerja dan rekan satu kampung di Jakarta. Tujuannya, untuk bertamasya.
Jasad Qomar ditemukan di sekitar jembatan Desa Pendem, Batu. Sementara korban selamat atas nama Rani Efendi (29), warga Garut, Jawa Barat, berhasil di angkat disungai sekitar desa pendem.
"Masih ada 3 korban belum ditemukan. Saat ini, kami masih melakukan penyisiran hingga ke bendungan sengguruh kepanjen," tegas Andi Susetyo, Ketua SAR Mahameru, Malang, Sabtu (1/3/2014) siang
Dalam pencarian hari ini, Tim SAR Mahameru kembali menemukan satu jasad korban diduga atas nama Ilham Deli (33). "Ilham baru saja kita temukan pukul 10.15 wib siang ini. Posisinya terlentang sudah tidak memakai busana sama sekali," paparnya.
Korban kata Andi, ada luka dibagian kepala. Diduga terbentur batu. Korban diduga terseret air sungai mulai dari tempat rafting ke bendungan sengguruh dengan jarak lebih dari 40 kilometer.



